Hallo girls, mungkin sebagian dari kalian sudah tidak asing lagi dengan penyakit ganas yaitu, Kanker Serviks. Ya, kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim. Kanker ini cenderung mengintai wanita yang sudah aktif secara seksual dengan rentang usia 30-45 tahun. Nah, sedangkan kamu masih berusia 17 tahun? Kecil banget kemungkinan untuk kamu terjangkit penyakit mematikan ini. Tapi girls, tak ada salahnya kan kalok kamu berhati-hati, karena ini menyangkut hidup dan mati kita lho.

Lalu, bagaimana kanker serviks bisa terjadi? Lantas, bagaimana cara pencegahannya? Yuk, kita cari tahu bareng–bareng dibawah ini.

Penyebab utama kanker Serviks adalah Human Papiloma Virus (HPV), terutama HPV tipe 16 dan 18

HPV adalah sekumpulan jenis virus yang beberapanya bisa menyebabkan kutil di tangan, kaki dan alat kelamin. Nah, virus ini banyak banget tipenya, dari yang aman sampai yang berbahaya. Dua yang paling berbahaya dan 70% menyebabkan kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan HPV tipe 18. Kedua virus ini bisa memicu munculnya sel-sel yang abnormal untuk kemudian berubah menjadi kanker. Virus ini menular melalui hubungan seksual, termasuk juga seks oral. Wah, kudu super hati-hati nih.

Kamu layak tahu bahwa butuh waktu sekitar 10-20 tahun bagi sel yang sudah terkena virus HPV untuk kemudian menjadi kanker

Jadi beginilah fase-fasenya; semisal seorang wanita terpapar Virus HPV tipe 18 dengan daya tahan tubuh yang lemah. Virus ini kemudian bisa menyebabkan sel leher rahim yang sehat berkembang jadi sel yang abnormal. Sel abnormal berkembang lagi menjadi sel prakanker dan terakhir menjadi kanker. Fase-fase ini berjalan lambat, dalam rentang waktu 10-20 tahun.

Hal yang bikin miris adalah kanker serviks biasanya baru terdeteksi setelah stadium 3B ke atas

Miris memang, kanker serviks baru menampakkan gejalanya setelah menapaki stadium akhir, yakni stadium 3B ke atas. Gejala yang sering muncul biasanya pendarahan dari vagina setelah kamu melakukan hubungan seks, Padahal sih kamu tidak sedang lagi mengalami menstruasi atau sudah menopause.

Setelah itu keluarnya cairan berbau aneh (warna merah muda, cokelat, atau bercampur darah) yang tanpa henti dari vagina, pembengkakan pada salah satu kaki, nyeri pada tulang, penurunan berat badan, nafsu makan berkurang dan adanya darah dalam urin, juga termasuk gejala yang wajib diwaspadai, Girls!

Eits, jangan panik dulu karena kamu bisa melakukan tindakan pencegahan dengan vaksinasi

Kabar baiknya, vaksin untuk mencegah infeksi HPV yang menyebabkan kanker sudah banyak tersedia. Buat kamu cewek yang sudah menginjak usia 20-an dan udah aktif secara seksual, bisa mencegah munculnya kanker serviks dengan vaksin yang satu ini.

Sementara itu, rutin melakukan pap smear adalah cara mendeteksi dini kanker serviks

Pap smear adalah tes yang bertujuan untuk mendeteksi sel-sel leher rahim kita. Jadi, dalam tes ini dokter spesialis kandungan akan mengambil sampel sel dari leher rahim kamu untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Nah, dengan pap smear ini kamu bisa tahu apakah ada sel yang abnormal atau nggak dalam leher rahimmu.

Untukmu wanita usia 20-an -49 tahun dan udah aktif secara seksual, baiknya rutin melakukan pap smear 3 tahun sekali. Sementara wanita usia 50-64 tahun dianjurkan tiap 5 tahun sekali.

Kalau ternyata setelah pap smear terdeteksi ada sel yang abnormal gimana? Pasti ngeri, ya?

Jangan khawatir dulu, kamu harus tetap tenang jika memang terdeteksi. Karena adanya sel abnormal dalam leher rahimmu nggak berarti kamu kena kanker serviks. Bisa jadi itu dikarenakan infeksi. Sel abnormal pada beberapa kasus bisa kembali normal meski tanpa penanganan.

Tapi ada juga sel abnormal (masih belum terbilang kanker) yang biasanya perlu diangkat. Dari sini kamu jadi tahukan kalau pap smear berkala itu penting banget untuk mengecek kesehatan sel leher rahimmu! Buat kamu usia 20-an yang udah aktif secara seksual, jangan takut dan males pap smear, ya!

Pola hidup sehat, hindari rokok dan jauhi seks bebas adalah cara ampuh mencegah kanker serviks

Buat kamu para cewek yang berusia di bawah 20an, baiknya mulai saat ini perbanyak deh makan dan minum yang sehat serta jangan malas berolahraga ya. Supaya daya tahan tubuhmu kuat dan nggak rentan terkena infeksi. Nah, untuk kamu yang udah aktif secara seksual, baiknya kamu dan pasanganmu sama-sama menerapkan prinsip setia pada pasangan. Urusannya bukan perasaan lagi sih, tapi kesehatan. Pesan saya sih kondom emang bisa mencegah penularan HPV saat berhubungan seks, tapi nggak bisa 100% mencegahmu terhindar dari infeksi. Hiiiiiiiiiii..

Sejatinya, tidak ada yang tahu kapan penyakit atau musibah itu datang. Tapi yang jelas, kita sebagai wanita memang layak untuk selalu waspada terhadap ancaman penyakit bahaya ini, kanker serviks. Tak hanya menyerang mulut rahim saja, kanker yang satu ini bisa sangat menghancurkan harapan hidup kita sebagai kaum hawa. Untuk itu sangat disarankan buatmu untuk menjaga serta rutin memeriksakan keadaan rahim, meski dari luar terlihat sehat dan baik-baik saja. Demikianla artikel ini semoga dapat bermanfaat untuk kesehatan anda. Keep Healthy 🙂