Saya pribadi sih kalau disuntik ya biasa-biasa aja gitu paling juga berasa kayak digigit semut itu pun rasanya sebentar doang kok. Tapi orang-orang kok pada takut yaa, bahkan ada lho yang sampai teriak-teriak ketakutan kayak ketemu setan gitu. Menurut kalian itu berlebihan nggak sih? Okey, dulu waktu saya kecil emang sempat berpikir kalau mereka yang ketakutan itu hanya ingin sekedar mencari perhatian namun setelah saya cari tahu ternyata fobia terhadap jarum suntik itu memang benar adanya lho.

Lucunya lagi fobia ini nggak mengenal jenis kelamin, usia, atau penampilan lho! Masih ingat kan video seorang tentara yang heboh teriak-teriak saat akan disuntik beberapa waktu lalu? Ya, kalau lihat penampilannya yang sangar dan terkesan galak kok sepertinya nggak mungkin ada yang bikin dia takut di dunia ini. Eh, ternyata dia takut setengah mati lho sama jarum suntik, nggak percaya? Nih videonya..

Nggak cuma bapak TNI itu aja. Aktor kenamaan Jackie Chan ternyata juga fobia sama jarum suntik lho. Bayangkan dong, lelaki yang sering rela beradegan membahayakan nyawa itu takut sama benda yang bahkan ukurannya lebih kecil dari pisau yang sering dia pakai untuk syuting. Katanya Jackie Chan ini trauma dengan suntikan pertamanya dulu yang menurutnya sangat sakit. Lucu ya, coba deh lihat sendiri ekspresinya di video ini..

Tentu banyak sekali penyebab mengapa seseorang dapat mengalami fobia semacam ini. Ketakutan ini biasanya berkembang di waktu kecil dan akan menjadi parah di masa dewasa. Sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan di waktu anak-anak memberikan pandangan bahwa jarum suntuk yang menyentuh kulit dapat menyebabkan rasa takut.

Beberapa orang takut jika mereka merasakan sakit yang teramat sangat. Banyak orang atau anak-anak tidak belajar untuk menahan rasa sakit dan karena itu akan mencoba untuk menghindari lingkungan medis karena ketakutan ini. Beberapa orang memang tidak takut pada jarum tetapi takut akan reaksi atau rasa sakit yang mungkin terjadi setelah disuntik. Nah, hal inilah yang menyebabkan banyak orang fobia akan jarum suntik.

Buat kamu yang juga merasakan hal yang sama seperti mereka, tenang, karena ilmuwan telah menemukan cara-cara injeksi tanpa menggunakan jarum! Sebelumnya, nggak ada salahnya mengulas soal fobia jarum yang dinamakan trypanophobia dan alasan sesorang mengidap trypanophobia.

Alasan Sesorang Mengidap Trypanophobia

Ada banyak alasan mengapa seseorang takut akan jarum suntik. Sebelum mendalami lebih jauh, kamu harus membedakan mengenai phobida dan rasa takut atau rasa tidak nyaman ketika akan disuntik. Ketika kamu berteriak, menangis, takut, saat dokter menyiapkan imunisasi wajibnya, hal ini masih dikategorikan rasa takut bertaraf normal.

Gejala Trypanophobia

Berikut adalah gejala trypanophobia baik secara fisik maupun psikis:

1. Merasa lemas, seperti akan pingsan ketika melihat atau memikirkan tentang jarum
2. Detak jantung atau tekanan darah meningkat ketika melihat jarum
3. Nafas menjadi pendek, mulut terasa kering, dan mual adalah beberapa contoh dari gejala fisik trypanophobia
4. Panik secara berlebihan ketika melihat jarum

Selain rasa takut terhadap jarum, penderita trypanophobia umumnya takut dengan segala hal yang berhubungan dengan darah. Dari pengalaman kebanyakan dan hasil contoh kasus nyata, mengapa phobia ini bisa terjadi pada seseorang, coba simak uraian singkat dibawah ini.

Bermula dari rasa takut yang berlebihan ini terjadi yaitu pada jarum suntik, biasanya seseorang tersebut sebelumnya pernah merasakan pengalaman tidak mengenakkan atau pernah mengalami secara langsung di masa lalun yaserangkaian suntikan yang tidak menyenangkan, dan membekas di ingatan, membawa emosional negatif yang begitu dalam, sehingga kemudian merasakan trauma, dan memberikan kesimpulan, jarum suntik adalah hal atau objek  yang harus dihindari untuk selamanya.

Kondisi lain yang bisa membuat seseorang menjadi takut dengan jarum yaitu trauma masa kecil saat disuntik atau imunisasi. Bisa juga karena terpengaruh cerita menakutkan dari orang lain. Terkadang beberapa anak kecil dipegang dengan paksa ketika akan disuntik atau imunisasi, kondisi ini bisa menimbulkan trauma tersendiri bagi anak yang akan terbawa hingga ia dewasa. Sehingga tak jarang ia menjadi takut dengan jarum trypanophobia.

Jika kamu saat ini mengalami phobia pada jarum suntik, kabar baiknya adalah kamu tidak sendirian, ternyata diperkirakan sekitar 2 persen dari populasi juga mengalami yang namanya Phobia jarum, yaitu suatu respons ketakutan yang berlebihan mengenai sesuatu seperti jarum. Ketakutan ini dapat menimbulkan panik yang tidak terkendali. Lantas bagaimana cara mengatasi fobia terhadap jarum suntik?

Cara Mengatasi Fobia Terhadap Jarum Suntik

Bener banget Trypanophobia emang tidak boleh diremehkan karena akan berdampak besar bagi kesehatan seseorang, seseorang yang menghidap fobia terhadap jarum tentu sudah pasti takut untuk pergi kedokter. Bahkan kasus terburuk dari Trypanophobia dapat membawa sesorang menuju kematian. Waduh… kok bisa yaa? Yap, logikanya seseorang yang cenderung tak ingin memeriksa kesehatan tubuhya kerumah sakit karena alasan takut akan jarum, tentu sangat amat disayangkan. Karena seperti phobia terhadap dokter, trypanophobia relatif dapat disembuhkan.

Kemudian dengan metode sederhana lainnya untuk menghilangkan phobia jarum ini adalah dengan memperlihatkan jarum suntik dari jarak yang agak jauh, kemudian sedikit mendekat, sampai dirasa jarak yang dekat tersebut tidak memberikan rasa panik hebat, kemudian semakin meningkat paparannya menjadi memegang jarum bagi penderitanya.

Cara lainnya “Penderita diminta untuk memikirkan jarum selama waktu tertentu, lalu menulis sebuah cerita yang berhubungan dengan jarum. Setelah itu mereka akan diminta untuk melihat orang lain yang disuntik,” ujar Breckman. Semakin lama ia akan semakin terbiasa dengan jarum suntik dan bisa membantunya menghilangkan ketakutan terhadap jarum. Metode pendekatan untuk menyembuhkan phobia jarum menggunakan NLP dan Hypnotherapy juga sebuah cara ampuh mengatasi phobia yang merugikan ini.

Phobia ketinggian, phobia darah, phobia gelap, phobia kecoa  dan berbagai jenis rasa takut lainnya,pada dasarnya menghilangkan phobia bukanlah hal yang terlalu sulit, dengan tehnik yang tepat malah dalam beberapa kasus,Phobia bisa dihilangkan dalam waktu lebih kurang 15 menit,tentunya dengan penanganan yang tepat dan terapi yang tepat phobia pada jarum suntik bisa teratasi. Hal ini lah yang membuat banyak ahli mencari cara untuk melakukan penelitian bagaimana cara untuk menyembukan trypanophobia itu sendiri.

Temuan Yang Bisa Jadi Pengganti Jarum Suntik

Salah satu temuan yang digadang-gadang bisa jadi pengganti jarum suntik adalah microneedle patch. Mirip plester gitu, tinggal tempel aja. Pengobatan dengan metode ini bentuknya mirip plester. Ia mampu menyalurkan cairan obat lewat permukaan kulit pasien. Tinggal tempelkan saja patch tersebut dan beri tekanan sekali agar melancarkan proses vaksinasi.

Vaksinasi adalah upaya pemberian zat antigenik vaksin pada tubuh yang bertujuan merangsang sistem imun untuk membentuk kekebalan terhadap suatu patogen. Secara umum, metode vaksinasi yang digunakan adalah dengan injeksi dengan alat suntik secara intradermal, subkutan, atau intramuskular. Namun, sekarang tengah dikembangkan metode vaksinasi menggunakan alat berbentuk seperti plester yang terdiri dari jarum berukuran mikro yang disebut microneedle patch.

Microneedle patch terdiri dari 100 jarum mikro berbentuk piramid dengan panjang 600μm dan lebar 300μm di dasarnya yang meruncing hingga berbentuk jarum dengan radius kurang dari 3μm di ujungnya. Setiap jarum mikro tersebut berisi vaksin dalam dosis standar. Salah satu jenis vaksin yang telah diuji coba dengan microneedle patch yaitu vaksin campak.

Vaksin campak yang sudah distabilisasi dimasukkan ke sebuah cetakan berukuran mikro dengan tujuan agar vaksin terkonsentrasi di ujung bawah jarum mikro alat tersebut. Alhasil, ketika ‘plester’-nya dilepas, tidak ada sisa vaksin yang terbuang. Potensi kerja maksimal vaksin dalam microneedle patch dapat bertahan dalam jangka waktu empat bulan jika disimpan pada suhu 25°C.

Salah satu pertimbangan utama dalam mengembangkan alat ini adalah kemudahan dalam penggunaannya yang seminimal mungkin bersifat invasif. Ibarat memakai plester, vaksinasi menggunakan microneedle patch dapat dilakukan cukup dengan menempelkan patch secara pelan ke permukaan kulit. Dengan gaya yang kecil atau setara dengan 28 Newton, vaksin dalam jarum mikro sudah dapat masuk ke kulit diikuti dengan larutnya jarum-jarum mikro tersebut di dalam tubuh.

Jarum mikro akan mulai larut dalam hitungan waktu sekitar satu menit dan sudah terlarut seluruhnya dalam waktu sepuluh menit. Setelah itu, yang tersisa hanya bagian plesternya saja di permukaan kulit. Cara pemakaiannya yang mudah memungkinkan vaksinasi bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh sang pasien sendiri dan tidak harus melibatkan tenaga medis yang terampil. Hal ini menjadi penting jika suatu saat diperlukan vaksinasi massal untuk mencegah persebaran penyakit yang pandemik di suatu wilayah tertentu.

Tidak hanya praktis digunakan, vaksin microneedle patch memiliki beberapa kelebihan lain. Prosedur penggunaan jarum mikro cenderung tidak menimbulkan rasa nyeri pada subjek manusia. Subjek tidak memberikan persepsi yang begitu signifikan ketika diinjeksi jarum mikro berukuran 1.5 mm secara tegak lurus ke kulit dibandingkan ketika diinjeksi oleh jarum standar dengan sudut dangkal.

Begitu selesai digunakan, jarum-jarum mikro hanya meninggalkan sedikit bekas di kulit. Hanya akan terdapat sedikit tanda eritema atau kemerahan di kulit di sekitar lokasi penempelan microneedle patch. Walaupun demikian, penggunaannya tidak menimbulkan luka. Di samping itu, larutnya jarum mikro beberapa menit setelah menempelnya microneedle patch di kulit dapat meminimalisasi limbah benda tajam setelah alat ini dilepaskan dari kulit dan akan dibuang.

Vaksin campak yang diberikan menggunakan microneedle patch telah diuji coba pada spesies Rhesus macaque atau monyet Rhesus. Alasannya yaitu spesies tersebut memiliki respon imun yang berkorelasi kuat dengan respon imun manusia. Pada hewan coba, penggunaan microneedle patch pun terbukti tidak menimbulkan efek samping yang signifikan.

Realisasi dari produk microneedle patch sebagai media untuk administrasi vaksin campak dapat menjadi sebuah harapan baru dalam dunia kesehatan. Terlebih lagi, vaksinasi campak merupakan salah satu dari lima imunisasi wajib di Indonesia. Meskipun berbagai hasil penelitian telah menunjukan efektivitas penggunaan microneedle patch untuk vaksinasi, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan aspek keamanan dan imunogenisitasnya.

Pada 2015 lalu percobaan teknologi ini dilakukan kepada 3 pasien berbeda. Dan hasilnya mereka sembuh. Profesor Nakagawa, salah satu ilmuwan dari Osaka University yang ikut mengembangkan teknologi ini mengatakan kalau sebelumnya teknik microneedle ini menggunakan bahan metal. Tapi karena dinilai tidak aman dan terlalu berisiko pada sensitivitas kulit pasien, dalam pengembangannya patch ini diganti dengan bahan silikon yang cairannya mudah larut. Sehingga jadi lebih bersahabat dengan kulit manusia dan sama sekali tak menimbulkan rasa sakit.

Ada Juga Sistem Jet-injection Temuan Ilmuwan Dari MIT

Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat pada 2012 lalu membuat terobosan baru di bidang kesehatan. Mereka membuat alat yang mampu menyalurkan cairan obat ke dalam darah dengan cara ‘menembaknya’. Alat ini bisa mengontrol mulai dosis obat yang ingin dimasukkan ke dalam kulit, sampai tingkat kedalamannya. Tekanannya juga bisa diatur, mengingat kulit bayi dan orang dewasa punya ketebalan yang berbeda.

Alat ini bekerja dengan mengeluarkan gelombang. Gelombang itu umumnya terdiri dari dua fase. Pertama fase dimana perangkat menyemprotkan obat dengan kecepatan tinggi sehingga bisa menembus kulit dan mencapai kedalaman yang diinginkan. Kedua fase dimana tekanan yang dihasilkan lebih rendah sehingga obat yang sudah masuk ke dalam akan mengalir lebih lambat sehingga mudah diserap jaringan di sekitarnya.

Nah, buat kamu penderita trypanophobia, sekarang nggak perlu lagi khawatir lagi akan sakit kalau disuntik. Cuma pertanyaannya, apakah di Indonesia sudah ada ya teknologi macam itu? Kalau sudah bisa dipastikan harganya akan berbeda dengan jarum suntik biasa. Hmm.