Tahun lalu dunia dibuat cemas oleh banyaknya kasus smartphone yang meledak. Nggak tanggung-tanggung lho, yang meledak bahkan smartphone yang diproduksi oleh pabrikan ternama semacam Samsung dan Apple. Kasusnya pun beragam. Ada yang meledak saat digunakan, ada yang meledak saat tengah berada dalam kondisi mengisi baterai dan bahkan ada yang meledak saat smartphone didiamkan. Saking banyaknya beredas kasur smartphone meledak, perusahan raksasa itu sampai harus menarik produksinya agar tak lagi meresahkan masyarakat yang menggunakannya.

Nah, baru saja selesai kasus meledaknya smartphone, sekarang berita tengah diisi dengan kasus meledaknya mainan yang tengah viral di dunia. Yap, Fidget Spinner! Pasalnya, sudah ada beberapa kasus yang menceritakan bahwa mainan yang digemari kalangan anak muda ini dapat meledak.

Kasus pertama terjadi pada seorang anak berusia 13 tahun

Saking populernya, fidget spinner bahkan sempat jadi standar kekerenan seseorang. Semakin kamu bisa mainan fidget spinner dengan gaya yang sulit, semakin populer kamu di wilayah pergaulanmu. Hal ini yang kemudian mendorong beberapa orang untuk berlomba-lomba memainkan trik baru dengan fidget spinnernya. Termasuk pasangan ayah dan anak di Amerika ini. Dengan alasan penasaran bagaimana jika putaran fidget spinner dipercepat, mereka mencoba untuk memutar fidget spinner menggunakan kompresor udara!

Awalnya tak terjadi masalah apa-apa. Namun setelah beberapa waktu, fidget spinner tersebut meledak secara tiba-tiba dan pecahannya mengenai wajah sang anak. Alhasil si anak pun harus menerima 30 jahitan di mulutnya. Ya, meski keputusan “kenapa kok iseng mainan fidget spinner pakai kompresor udara” patut dipertanyakan, namun dari sini perkara ketahanan mainan ini juga bisa dipertanyakan! Mainan buat anak-anak kok mudah meledak ketika putarannya dipercepat.

Kasus lain menyebutkan bahwa ada juga fidget spinner yang meledak saat tengah diisi daya. Api muncul tanpa diduga!

Tak cuma inovasi trik bermain, fidget spinner yang makin populer juga menciptakan inovasi dalam hal fitur mainannya sendiri. Termasuk fidget spinner yang dibuat dengan fitur lampu LED serta bluetooth untuk pemutar musik di dalamnya. Nah, bluetooth fidget spinner ini yang kemarin diberitakan meledak saat tengah diisi daya.

Sudah ada dua laporan yang mengatakan bahwa bluetooth fidget spinner ini meledak saat diisi daya. Seorang ibu di Alabama, Amerika, panik saat melihat fidget spinner milik anaknya yang tengah diisi daya meledak dan terbakar di kamarnya. Beruntung api bisa segera diatasi. Kasus serupa juga terjadi di Michigan, Amerika. Fidget spinner yang tengah diisi daya meledak dan terbakar di sebuah toko. Padahal pengisian tersebut baru kurang dari 30 menit lho.

Tak hanya berpotensi meledak saja, fidget spinner juga berbahaya menggangu konsentrasi pelajar

Potensi bahaya yang ada pada fidget spinner tak cuma sampai di potensi ledaknya saja. Mulai dari kasus sederhana yang cuma sekadar mengganggu konsentrasi hingga yang mengancam nyawa pernah terjadi karena mainan yang satu ini. Di Amerika ada laporan dari seorang siswi yang merasa terganggu dengan banyaknya siswa lain yang memainkan fidget spinner di dalam kelas. Bukannya membantu konsentrasi, mainan itu justru merusak suasana belajar.

Belum lagi beberapa kasus lain tentang anak yang tersedak bagian mainan yang satu ini. Setidaknya sudah ada dua laporan tentang anak yang hingga harus dioperasi karena tersedak cakram fidget spinner. Dari laporan-laporan tersebut, bisa disimpulkan bahwa ada bagian-bagian kecil dari fidget spinner yang rentan tertelan oleh anak-anak. Ini jelas sangat berbahaya.

Saking bahayanya, beberapa instansi melarang penggunaan fidget spinner. Bahkan menempatkan fidget spinner di puncak daftar mainan paling berbahaya

Karena potensi dampak negatif fidget spinner lebih besar daripada manfaatnya, banyak sekolah di Amerika yang kemudian melarang penggunaan mainan ini. Mereka berargumen bahwa mainan ini justru terlihat jelas merusak konsentrasi, bukannya membantu konsentrasi belajar seperti yang dielu-elukan banyak orang.

Potensi bahaya dari mainan yang satu ini juga membuat beberapa pihak lain mengambil sikap. World Against Toys Causing Harm (W.A.T.C.H.) di Amerika Serikat, sebuah organisasi nirlaba yang mendidik masyarakat tentang produk anak-anak yang berbahaya, misalnya. Mereka menempatkan fidget spinner di urutan pertama dalam daftar mainan paling berbahaya. Belum lagi beberapa instansi pengawas mainan anak lainnya yang juga mengeluarkan statement bahwa fidget spinner perlu diawasi penggunaannya. Hal ini tentu jadi bukti tak terelakkan bahwa ditengah kepopulerannya, fidget spinner juga menyimpan potensi bahaya yang bisa sewaktu-waktu terjadi.

Semula fidget spinner cuma sebuah mainan biasa yang tujuannya untuk membantu konsentrasi anak, namun kepopulerannya dimanfaatkan banyak pihak. Mereka mulai memproduksi mainan ini dengan skala besar tanpa mempedulikan standar keselamatannya. Semoga kita nggak jadi salah satu korbannya juga yah…