Meskipun sama-sama berperan sebagai metode pembayaran online dan beredar dalam bentuk mata uang elektronik e-currency, Bitcoin dan E-payment punya banyak perbedaan. Bitcoin adalah mata uang kripto yang digunakan sebagai alat pembayaran online, sementara E-payment seperti PayPal, WebMoney dan FasaPay lebih menitikberatkan pada fungsinya sebagai sistem pembayaran online. Selain perbedaan utama tersebut, terdapat beberapa perbandingan lain yang membuat Bitcoin dan E-payment begitu berbeda. Penasaran apa saja perbedaannya? Cek kebawah ya..

Nilai Tukar Bitcoin

Layaknya suatu mata uang, Bitcoin memang memiliki nilai tukar sendiri terhadap mata uang lainnya. Bitcoin bahkan memiliki simbol mata uang, yakni BTC. Untuk mengetahui nilai tukar mata uang Bitcoin terhadap USD misalnya, Anda hanya perlu mencari informasi mengenai kurs BTC USD terbaru.

Tak hanya terhadap Dolar Amerika Serikat saja, nilai BTC juga kerap dibandingkan dengan Euro (BTC/EUR), Poundsterling (BTC/GBP) dan mata uang utama lain yang sering diperdagangkan secara internasional. Biasanya sih kalau masyarakat Indonesia, jual beli Bitcoin juga bisa dilakukan langsung dengan Rupiah sesuai nilai tukar BTC/IDR terbaru.

Nilai Tukar E-payment

Karena memiliki fungsi utama sebagai ‘dompet online’ yang memfasilitasi proses transaksi antar pengguna, E-payment tidak benar-benar memiliki nilai tukar. Mata uang yang tersimpan di E-payment adalah sesuai dengan jenis mata uang dasar yang dipilih klien saat membuka akun di E-payment terkait. Misalnya saja, Anda mendaftar di WebMoney dan membuat ‘dompet’ WMZ yang mata uangnya didasarkan pada Dolar AS. Maka artinya, balance yang Anda isikan di dompet tersebut akan dihitung dalam satuan USD. Dengan kata lain, E-payment tidak benar-benar mempunyai mata uang sendiri karena nilainya pasti didasarkan pada mata uang tertentu seperti USD, EUR, dan sejenisnya.

Cara Mendapatkan Bitcoin

Bitcoin bisa didapatkan dengan 2 cara: Menukarkan mata uang yang Anda miliki (misalnya Rupiah) dengan Bitcoin. Hal ini bisa dilakukan di agen atau exchanger lokal yang menyediakan penukaran (jual beli) Bitcoin. Menambang Bitcoin sendiri, yakni dengan menjadi pihak yang membantu transaksi Bitcoin di seluruh dunia. Melalui sistem ini, Anda bertindak seperti “pegawai” karena akan mendapat imbalan Bitcoin dari setiap transaksi yang Anda bantu selesaikan. Akan tetapi, cara menambang Bitcoin ini sangatlah rumit dan memerlukan dukungan perangkat teknologi yang sangat canggih. Bagi orang awam, akan lebih mudah mendapatkan Bitcoin dengan cara penukaran daripada menambang langsung.

Cara Mendapatkan E-payment

Anda cukup menyetorkan sejumlah dana ke akun E-payment. Proses ini bisa disebut deposit, top up, ataupun pengisian akun. Seluk beluknya mirip dengan deposit ke broker forex, tapi di sini dananya tidak digunakan untuk trading, melainkan disimpan untuk kemudian digunakan sebagai alat pembayaran di transaksi online.

Keamanan Bitcoin

Dari segi keamanan, Bitcoin cukup mengkhawatirkan karena belum dilegalkan atau diregulasi di negara manapun. Sehingga risiko akan ditanggung sendiri oleh masing-masing pengguna Bitcoin. Selain itu, sebagai mata uang online yang beredar di internet, tentu masih ada peluang peretasan sistem dari ulah para hacker. Namun demikian, transparansi Bitcoin bisa diandalkan karena benar-benar terdesentralisasi. Anda tak perlu mengkhawatirkan manipulasi atau intervensi pihak-pihak tertentu.

Keamanan E-payment

Keamanan E-payment sangat bervariasi tergantung pada jenis E-payment yang Anda gunakan. Beberapa contoh seperti PayPal dan Skrill telah diakui dan terdaftar di negara-negara maju. Di samping itu, kredibilitas E-payment juga dinilai dari banyak penggunanya, pengalamannya dan sistem pengamanan yang bersangkutan dengan proteksi identitas klien serta jaminan kelancaran transaksi.

Kemudahan Proses Bitcoin

Jika Anda ingin mendapatkan mata uang asing, Bitcoin kurang mampu menyediakan metode pembayaran yang efisien. Hal itu karena prosesnya terjadi seperti ini: Anda ingin menukar Rupiah ke Dolar AS. Untuk itu, tahapan yang dilalui adalah Rupiah ke Bitcoin, Bitcoin ke Dolar AS. Ada 2 nilai tukar yang dikenankan pada proses tersebut, yakni BTC/IDR dan USD/IDR.

Sementara itu, sebagai mata uang yang memiliki fungsi alat pembayaran, Bitcoin cenderung lebih mudah digunakan dalam transaksi online.

Kemudahan Proses E-payment

Penukaran mata uang lebih efektif dan efisien jika dilakukan via E-payment. Jika Anda mengisi akun WMZ WebMoney misalnya, proses pengisian dana di akun sudah sama dengan transaksi penukaran dari Rupiah ke Dolar AS. Kurs yang ditentukan di sini tentunya adalah USD/IDR, sehingga Anda tak perlu mencemaskan nilai tukar lain seperti pada proses penukaran dengan Bitcoin.

Akan tetapi untuk penggunaan E-payment sebagai mata uang elektronik, proses yang ditempuh agaknya lebih rumit dan berbelit-belit. Pada penggunaan E-payment untuk deposit ke akun broker forex misalnya, memerlukan tahap pengisian balance ke akun e-payment dulu, baru kemudian dari E-payment di transfer ke akun trading. Dalam hal ini, E-payment bertindak sebagai pihak ketiga.

Relevansi Bitcoin

Meskipun sudah banyak diakui dan digunakan, serta peminatnya terus tumbuh dari waktu ke waktu, penggunaan Bitcoin belum tersebar di seluruh vendor online. Beberapa situs populer memang telah ada yang menerima pembayaran dengan Bitcoin, tapi jumlahnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan portal-portal yang menerima E-payment.

Relevansi E-payment

Mulai dari toko online hingga situs amal, penggunaan E-payment bisa ditemui di hampir setiap website yang memberikan akses untuk melakukan transaksi keuangan. Contoh termudah bisa diambil dari broker-broker forex. Saat ini, hanya broker forex yang terhalang standar regulasi (seperti di AS) saja yang tidak menerima pembayaran via E-payment. Melihat betapa banyaknya broker yang beredar, jumlahnya tentu saja tak bisa dibilang sedikit. Sementara itu, broker forex yang menerima deposit dengan Bitcoin hanya segelintir.

Penggunaan Bitcoin di era ini memang sedang tumbuh dan digencarkan oleh berbagai pihak yang meyakini manfaatnya. Namun jika melihat perbandingannya saat ini, E-payment masih menjadi pilihan metode pembayaran online dengan relevansi yang lebih diakui.

Meskipun begitu, tak menutup kemungkinan jika Bitcoin akan menjadi mata uang masa depan, mengingat signifikansi peran internet saat ini diprediksikan terus meningkat di masa depan. Di samping itu, Bitcoin memiliki transparansi dan sistem peredaran yang tak dimiliki mata uang konvensional. Berkat minat yang terus tumbuh dari berbagai kalangan, legalitasnya pun terus dikaji di berbagai negara. Jadi persoalan regulasi Bitcoin bukan lagi mitos, karena hanya tinggal menunggu waktu.