Apakah kamu salah satu orang penyuka pedas? Jika iya tentu kamu tak ingin ketinggalan tentang informasi mengenai cabai terpedas di dunia. Sebelumnya, kita sama-sama menghetaui bahwa cabai memang begitu banyak dicintai bagi penikmatnya, terlebih cabai dianggap dapat menambah nafsu makan, tak cukup sampai disitu cabai juga diklaim membawa manfaat yang beragam untuk tubuh.

Yaps, saat ini kita semua hanya akrab dengan jenis cabai rawit, cabai hijau atau cabai keriting yang ada di Indoesia. Di beberapa negara lain, terdapat jenis-jenis cabai lain yang bahkan jauh lebih pedas dari cabai Indonesia. Baru-baru ini sebuah cabai dengan jenis Dragon Breath atau dalam bahas Indonesianya Nafas Naga, dinobatkan sebagai cabai terpedas di dunia dan paling mematikan. Bahkan setetes minyak cabai ini kabarnya dapat mencemari air sebanyak 2,48 juta tetes! Duh, mending jangan coba-coba makan deh ya…

Dikembangkan Selama 7 Tahun oleh Ilmuwan Tanaman, Mike Smith, di Inggris

Mike Smith, seorang ilmuwan tanaman dari St. Asaph, North Wales, Inggris, bersama ilmuwan lain dari Nottingham University mengembangkan dan membudidayakan tanaman cabai yang kemudian dinamakan Dragon’s Breath ini selama 7 tahun lamanya. Cabai yang diklaim sebagai cabai terpedas di dunia ini bahkan juga dianggap mematikan. Menurut Smith, cabai budidayanya dapat menimbulkan kejutan jenis anafilaksis yang mampu membakar saluran pernafasan di tenggorokan dan menutupnya jika seseorang nekat mengonsumsinya. Smith sendiri mengaku pernah mencoba menjilatnya sedikit. Seketika lidahnya terasa terbakar dan intensitas panasnya terus meningkat. Bisa dibayangkan kalau menelan satu saja cabai ini, akan jadi apa tenggorokan kita?

Dibudidayakan Tidak untuk Dikonsumsi secara Langsung, melainkan untuk Kebutuhan Medis

Karena kandungannya yang dapat berpotensi membuat kulit mati rasa, cabai ini ternyata dikembangkan justru untuk keperluan medis. Pasien dengan alergi obat penghilang rasa sakit dapat memilih cabai ini sebagai pengganti obat bius. Selain itu negara-negara berkembang dengan akses dan pendanaan obat bius yang terbatas dapat membudidayakan tanaman cabai ini untuk menggantikan fungsi obat bius. Hal ini tentu saja merupakan terobosan baru dalam sejarah dunia medis. Meski sebelumnya sudah banyak digunakan untuk tujuan kesehatan seperti menenangkan sistem kekebalan usus hingga meningkatkan angka harapan hidup pasien.

Karena Kandungannya yang tergolong Beracun, perlu Wadah Khusus lho untuk Membawanya

Tempat yang dibutuhkan untuk membawa cabai ini adalah wadah yang tertutup rapat. Begitu berbahayanya kandungan di dalamnya membuat cabai ini tidak boleh sembarangan dibawa begitu saja. Kabarnya 1 tetes minyak cabai Dragon’s Breath dapat mencemari air hingga 2,48 juta tetes. Tentu saja hal itu akan berbahaya bagi siapapun yang kemudian memanfaatkan air yang tercemar tersebut.

Kadar Kepedasannya mampu Mengalahkan Cabai yang sebelumnya Memegang Rekor sebagai Cabai Terpedas di Dunia

Sebelum ditemukannya cabai Dragon’s Breath, cabai Caroline Reaper dianggap sebagai cabai terpedas di dunia dengan tingkat kepedasan mencapai 2,2 juta pada skala Scoville. Cabai Dragon’s Breath sendiri diklaim memiliki tingkat kepedasan hingga 2,48 juta skala Scoville. Skala Scoville digunakan untuk mengukur tingkat kepedasan cabai. Kandungan bahan kimia capsaicin dalam cabai yang mampu merangsang ujung saraf ketika menerima pedas di lidah inilah yang digunakan untuk mengukur tingkat pedasnya suatu jenis cabai.

Satuan pedas Scoville (SHU) menunjukkan jumlah capsaicin yang ada pada cabai tersebut. Untuk cabe rawit yang biasa ditemukan dengan mudah di negara Indonesia sendiri hanya memiliki tingkat kepedasan 30.000 – 50.000 SHU. Cabai Scotch Bonnet yang biasa digunakan dalam tantangan makan pedas di Amerika juga hanya berkisar antara 100.000 – 300.000 SHU.

Sementara itu, semprotan merica yang biasa digunakan untuk kebutuhan militer AS memiliki tingkat kepedasan 2 juta SHU. Tanaman cabai Nafas Naga kabarnya juga digadang-gadang akan menjadi Plant of The Year dan akan dipamerkan di ajang terkenal Chelsea Flower Show di Inggris tanggal 23-27 Mei mendatang. Dilaporkan dalam jurnal Emergency Medicine ada kasus seorang pria muntah-muntah begitu hebat sampai kerongkongannya sobek dan membutuhkan pertolongan medis ketika mengonsumsi cabai setan.

Sebagai perbandingan, cabai setan sendiri memiliki skala kepedasan mencapai satu juta unit Scoville tak sampai setengah dari skala kepedasan Dragon’s Breath. Well, jika kamu mengonsumsi cabai yang terlalu pedas diketahui bisa menimbulkan shock anafilaktik. Dampaknya jalur napas kamu bisa tertutup dan tentu akan fatal bila kamu tak dapat tertolong.

Guys, meski penggila pedas dan mengaku pernah makan 100 cabe rawit, mending jangan coba-coba dengan cabai Nafas Naga ini deh kalau tidak mau ada apa-apa terjadi pada tenggorokan dan usus kalian!