Hai guys, kalian tahu nggak, sepanjang sejarah peradaban manusia nih, apa sih kira-kira pencapaian terbesar yang pernah diraih oleh umat manusia? Apakah itu pas manusia pertama berhasi mendaki puncak tertinggi gunung Everest? Pengembangan vaksin pertama kali? Penemuan teori radiasi elektromagnetik oleh James Maxwell? Deklarasi hak asasi manusia pertama kali di Amerika Serikat? Penemua benua Amerika oleh Columbus? Banyak hali sejarah dan akademisi yang sepakat kalau pencapaian tertinggi yang pernah diraih oleh umat manusia adalah pendaratan manusia pertama kali di bulan oleh NASA.

Nah, pas banget lho ini. Kurang dari 5 bulan yang lalu, atau lebih tepatnya tanggal 20 Juli, kita memperingati 45 tahun anniversary dari momen bersejarah itu. Pada masa itu, masih banyak orang yang memimpikan untuk mencapi puncak gunung Everest. Tiba-tiba aja, pada 20 juli 1969, seluruh dunia dikejutkan dengan pemberitaan bahwa National Aeronautics and Space Administration NASA berhasil mendaratkan manusia ke bulan melalui misi Apollo 11. Manusia itu adalah Neil Armstrong, astronot kondang yang berasal dari Amerika Serikat berhasil mendarat ke bulan bersama rekannya yaitu, Buzz Aldrin. Sebenarnya ada 1 astronot lagi sih yang ikut ke bulan, yaitu Michael Collins. Tapi doi stay di dalam pesawat karena punya peran tersendiri.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu kabar itu dibantah banyak orang dan tak sedikit orang mengatakan bahwa pendaratan Neil Armstrong kebulan hanyalah bohongan atau biasa disebut dengan HOAX. Benarkah begitu?

Oke guys, sebelumnya kita boleh saja kurang percaya akan hal itu. Cuma rasa kurang percaya kalian itu tentu harus didukung dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Setuju dong? Sampai detik ini, masih banyak banget masyarakat yang raga akan keberhasilan NASA mendaratkan manusia di bulan. Dan bukan nggak mungkin, lo dan keluarga lo atau guru-guru lo adalah salah satu orang-orang yang meragukan hal tersebut. Ya, bisa dimaklumi juga sih. Bulan adalah tanah asing ratusan ribu kilometer dari bumi yang tidak bisa di jangkau, hanya bisa kita lihat, menjadi bahan angan-angan. Nggak kebayang aja mungin, ko bisa sih manusia sampai berjalan ke bulan?

Nah, pada kesempatan kali, gue mau berbagi wawasan dari hasil riset gue untuk mengulik bener nggak sih Neil Amstrong itu pernah mendarat di bulan. Banyak banget blog, artike dan website yang mengklaim bahwa pendaratan manusia di bulan adalah bohong. Tapi apakah klaim tersebut pantas meruntuhkan kalau Neil Aemstrong tidak pernah mendarat di bulan? Seperti kata Carl Sagan, Klaim luar biasa membutuhkan bukti yang luar biasa. Tanpa panjang lebar lagi. Yuk, kita kupas satu per satu.

Bendera Yang Berkibar

Oke guys, foto diatasi ini adalah foto ketika Buzz Aldrin menancapkan bendera Amerika di permukaan bulan. Nah, disini katanya bendera pada foto ini terlihat berkibar-kibar. Ini bikin orang ragu sama pendaratan di bulan karena nggak mungkin bendera bisa berkibar di bulan. Kan bulan nggak punya atmosfer, tentu nggak akan ada udara apalagi angin, iyakan guys?

Dan yang perlu lo ketahui di blog gue kali ini adalah, faktanya, bendera itu bukan berkibar. Bendera itu kelihatan agak bergerak atau mengkerut karena dalam perjalanan ke bulan, benderan disimpan dilipat. Jadi pas dibuka, emang udah nggak rapi. Kalau lo lihat video di bawah, si astronot ada beberapa kali nancepin tiang benderanya. Nggak lurus-lurus, akhirnya terakhir baru berdiri tegak. Inersia membuat bendera masih agak bergerak.

Kok Bisa Ada Jejak Kaki di Bulan

Berikut ini adalah klaim lain yang bisa dibilang kalau jejak kaki astronot di bulan itu palsu. Buktinya gimana, permukaan bulan itu kering. Tapi jejak kaki yang kecetak dibulan terlalu jelas. Kayaknya cuma bisa bikin jejak kaki begitu di pasir basah deh. Sebab, faktanya bulan bukanlah tempat tanpa gravitasi. Gravitasi bulan sama dengan 1/6 gravitasi bumi. Debu bulan atau yang disebut regolith adalah seperti bubuk yang digiling halus.

Mirip debu vulkanik. Lo bisa coba sendiri kok. Caranya gimana, gampang kok, pakek aja bubuk bedak bayi atau tepung terigu. Kalau lo melangkah di atas nya lo bisa dengan muda meninggalkan jejak kaki yang jelas. Plus bulan nggak punya atmosfer kan. Hampa udara. Jadi nggak ada angin deh yang mampu menyingkirkan jejak yang telah di buat.

Nggak Ada Fotografer

Berdasarkan riset yang ada, saat itu hanya ada 2 astronot yang berhasil mendarat di bulan. Tapi, gimana ceritanya kedua astronot bisa bersamaan terlihat di foto ini? Satu yang di foto dan satu lagi yang tercermin di kaca helm astronot. Lah terus siapa dong yang motoin?

Lagi-lagi fakta sebenernya terungkap, ternyata eh ternyata kamera sudah di tanama di bagian dada baju para astronot. Di foto ini, lo bisa lihat kalau tangannya si Neil berada dekat dada. Well, dia nggak  perlu jepret kamera mendekati mata nya. Selain itu, ada beberapa foto lain yang di ambil oleh modul pendaratan di bulan EAGLE dan kamera melayang yang di kendalikan jarak jauh dari bumi. Loh nggak percaya? NASA tahun 1965 sudah cukup canggih lho bro.

Kok Nggak Ada Bintang?

Seperti apa yang kita ketahui jelasnya ruang angkasa penuh dengan bintang. Tapi kok pada foto-foto dari bulan nggak kelihatan bintang sama sekali. Ah ini pasti foto studio nih. Faktanya, lo pernar dengar ada yang namanya polusi cahaya nggak? Kalau di kota besar, kita kan susah nih ngelihat bintang-bintang di langit. Beda ceritanya dengan di desa atau di tengah laut. Lah, kenapa bisa begitu. Jadi intinya, karena gemerlap lampu perkotaan menyulitkan kita untuk melihat cahaya bintang. Inilah mengapa teleskop umumnya di letakakan di puncang gunung buat menghindari polusi cahaya dari bumi.

Nah, dalam kasus ini, permukaan bulan yang memantulkan cahaya matahari itu menjadi polusi cahaya sehingga menutupi cahaya dari bintang yang jauh. Kalau lo belajar fotografi, para astronot motret petualangan mereka di bulan dengan settingan kamera eksposur cepat yang membuat cahaya yang masuk kecil. Mereka mengambil gambar pada eksposur 1/150 atau 1/250 detik. Kalau lo nggak ngerti, coba tanya deh temen lo yang hobi fotografi.

Justru aneh kalo di foto kelihatan bintang. Coba aja deh, lo moto temen lo pas malam hari dengan latar belakang bintang-bintang. Bintangnya nggak bakal kelihatan. Kecuali lo pake kamera dan teknik khusus buat capture bintang di background-nya.

Kok Nggak Ada Kawah Bekas Pendaratan Modul?

Dari pesawat yang di miliki oleh NASA, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin turun ke bulan menggunakan modul pendaratan, bernama Eagle. Katanya mesin modul yang kuat seharusnya membuat bekas kawah yang dalam di permukaan bulan yang lembut. Tapi, seperti keliatan di foto ini, permukaan bulan di bawah modul masih terlihat smooth. Seakan-akan mesin itu udah ditaruh sebagai properti studio, bukan seperti modul yang mendarat. Nah, ini nih yang harus banget lo ketahui, saat itu mesin modul udah di turunkan power dan kecepatannya tepat sebelum mendarat. Modulnya juga nggak melayang melayang (hover) cukup lama untuk membuat kawah atau menerbangkan banyak debu.

Lapisan bulan itu tipis. Tapi, di bawahnya adalah batuan yang keras. Jadi, walaupun kaki astronot berbekas, kaki modul bulan tidak dapat mencapai kedalaman yang cukup untuk membuat kawah.

Banyak Sumber Cahaya, Seperti di Studio TV

Nih katanya yah, beberapa bayangan di foto ini tidak terlihat paralel satu sama lain. Justru beberapa objek dalam bayang malah lebih terlihat jelas. Sehingga orang-orang berpikir cahaya datang dari berbagai sumber, seperti lighting studio kamera.

Namun, fakta sebenarnya, yah di bulan emang banyak sumber cahaya. Ada matahari, ada bumi yang memantulkan cahaya, ada cahaya dari pantulan modul, baju astronot dan permukaan bulan.

Nah, selain itu para astronot sengaja mengambil potret mereka di daerah perbukitan supaya mendapatkan penerangan baik. Nggak percaya? Lo bisa sendiri kok. Coba deh berdiri di atas bukit di bawah sinar bulan purnama. Kontur permukaan yang naik turun menghasilkan banyak bayangan dengan panjang yang bervariasi.

 

Batuan Bulan Lebih Mirip Batuan Antartika

Katanya sih batuan yang di bawah balik dari bulan identik dengan batu yang dikumpulkan dari ekspedisi ilmiah ke antartika.  Namun. FAKTANYA beberapa batuan Bulan memang ditemukan di Bumi. Tapi rata-rata udah hangus dan teroksidasi ketika melewati atmosfer bumi sebagai asteroid. Selama 45 tahun terakhir sejak hari bersejarah itu, banyak studi dan analisis lebih lanjut dari ahli geologi yang telah mengkonfirmasi dengan pasti bahwa batuan Apollo pastilah batu yang dibawa manusia dari Bulan.

Trus Kok Kenapa Banyak Banget yang Bilang Bohong?

Nah, mungkin sampe di sini lo bakal mikir, dengan begitu banyaknya evidence dan rasionalitas di depan mata, kenapa masih banyak sih yang meragukan kalo Neil Armstrong mendarat di Bulan? Untuk menjawab keheranan ini, mau nggak mau, kita harus meriksa sejarah.

Usaha pendaratan manusia di bulan oleh NASA dipicu oleh persaingan antariksa pada era Perang Dingin antara Amerika dan Uni Soviet. Pada masa Perang Dingin, ketegangan konflik kepentingan udah nggak dimanifestasikan dalam bentuk perang dan agresi militer. Pada masa Perang Dingin, khususnya kedua negara ini, mereka lebih adu pride.

Uni Soviet sudah berhasil menempatkan manusia pertama di luar angkasa, Yuri Gagarin, pada 15 April 1961. Amerika Serikat mana?

Itu juga mengapa, pada masa Perang Dingin inilah banyak banget roket atau pesawat luar angkasa yang diluncurkan dari Bumi. Teknologi penjelajahan antariksa gencar banget dimulai pada masa ini.

Kalo NASA mengklaim mereka berhasil mendaratkan manusia pertama di Bulan, siapa yang pertama kali akan mengkritik? Ya, tentu saja Uni Soviet. Uni Soviet bisa bilang, “Ah itu kebohongan besar!” Uni Soviet bukan sembarang negara lho. Mereka punya teknologi setara NASA dan kepanjangan politik yang kuat.

Sekarang Uni Soviet sudah runtuh. Tapi beberapa orang yang mungkin memiliki kepentingan ideologi sama dengan Uni Soviet dulu dan punya kapasitas untuk mengkritisi mengajukan beberapa kejanggalan. Tujuannya bisa jadi baik, menunjukkan orang awam gimana proses ilmiah itu terjadi. Seperti biasa, media dengan cepat segera menyebarkannya. Tersebarlah berita baru kalau pendaratan manusia di bulan adalah rekayasa NASA.

Oiya, efek lain dari runtuhnya Uni Soviet adalah penjelajahan luar angkasa udah ga seheboh dulu karena udah nggak ada pride race lagi. NASA masih aktif melakukan eksplorasi, tapi lebih dominan didorong curiosity.

Skeptis dan mengkritisi sebuah pencapaian sains merupakan hal yang lumrah. Malah merupakan sebuah kewajiban bagi ilmuwan dan kalangan intelektual. Namun, apapun kritik yang dilontarkan harus disertai dengan bukti dan argumentasi yang kuat. Biar nggak kemakan teori konspirasi yang asal seru aja yang ujung-ujungnya malah menumpulkan pikiran kritis kita. Okeh?!