Tak dapat dipungkiri bahwa game-game point blank jadi salah satu game daring bergenri first person shooter yang sangat amat familliar ditanah Indonesia. Sejak perilisannya pada tahun 2009 game point blank jadi salah game wajib yang ada di setip warnet. Bahkan, pada era keemasannya, game yang dibuat oleh negara Korea selatan ini benar-benar menjadi game terpopuler dan bisa dibilang menjadi faktor utama tingginya tingkat kebolosan anak sekolah.

Sayangnya, kejayaan point blank nggak berlangsung lama. Sebab, gamer yang terkenal dirilis oleh Garena Indonesia ini nyaris tenggalam karena meroketnya popularitas Dota 2 dan game-game FPS lainnya kayak CS GO atau Overwatch. Meski begitu, point blank bangkit kembali seiring dengan semakin berkembangnya dan meningkatnya euforia game online. Sebagai salah satu bagian dari dunia eSports, point blank pun enggak lupa ngadain turnamen tingkat internasional berhadiah miliaran rupiah, yaitu Point Blank International Championship (PBIC).

Garena Indonesia baru aja ngadain PBIC 2017 akhir pekan lalu (21-22 Oktober) di Britama Sports Arena, Mahaka Square, Jakarta. Turnamen ini berawal dari turnamen penyisihan Point Blank National Championship (PBNC) yang mengadu tim-tim terbaik di Indonesia. Hasil akhirnya, tim RRQ-EVR asal Indonesia keluar sebagai pemenang pertama PBIC 2017 setelah menggilas tim AoeXe asal Rusia dengan skor 2-0.

Nah, buat lo yang penasaran bagaimana serunya PBIC, langsung aja cek fakta-fakta soal turnamen PBIC yang gue rangkum di bawah ini.

1. Diadain Sejak 2011

Sama kayak game-game daring lainnya, PB juga menggelar turnamen eSports yang bertujuan menjadi ajang berkumpulnya para pemain-pemain PB dari seluruh dunia. Turnamen PBIC pertama kali diadain pada 2011 di Seoul, Korea Selatan. Enam tim dari enam negara berbeda menjadi partisipan turnamen PB pertama ini. Hingga tahun ini, PB terus rutin menyelenggarakan turnamen dengan PBIC 2017 sebagai turnamen ketujuh.

2. Diramaikan oleh Trooper dari Berbagai Belahan Dunia

Kalau selama ini lo pikir PB itu cuma terkenal di Indonesia dan Asia, lo salah. Ternyata, PB menjadi game daring FPS yang dimainkan oleh Trooper (istilah gamers PB) dari berbagai belahan dunia. Negara-negara yang menjadi langganan PBIC antara lain Korea Selatan, Thailand, Rusia, Indonesia, Brasil, dan Turki. Masih ada negara-negara lainnya yang juga enggak kalah jagonya, seperti Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Italia, dan Afrika Selatan.

Dalam gelaran PBIC 2017, ada 11 negara yang berpartisipasi. Negara-negara tersebut antara lain Thailand, Indonesia, Rusia, Brasil, India, Filipina, Azerbaijan, Peru, dan tim gabungan Uni Eropa.

3. Ajang Pamer Kemampuan Trooper Cewek

Udah sejak lama dunia game selalu lekat dengan pemain dari kaum adam. Maklum, sih, soalnya dulu anak cewek yang suka main warnet dianggap aneh atau nakal. Untungnya, stigma jelek ini sekarang perlahan mulai menghilang lewat banyaknya cewek gamers yang serius terjun ke dunia eSports.

Nah, biar cewek gamers di seluruh dunia makin semangat, PB pun enggak lupa ngadain turnamen khusus cewek, yaitu Point Blank Ladies Championship (PBLC) serta Point Blank International Women Championship (PBIWC). Turnamen khusus cewek ini baru pertama kali diadain dalam PBIC 2017 dan terbukti diminati Troopers cewek yang udah lama ingin memamerkan kemampuan mereka sebagai gamers. Di gelaran PBIWC perdana ini, tim DMZ-Vittoria-RockyRose dari Thailand keluar sebagai juara setelah mengalahkan tim Uncharted Pinkers asal Brasil. Sedangkan, pemenang PBLC 2017, EVOS, harus mengakui keunggulan kedua tim tadi dan menjadi juru kunci PBIWC.

BTW, para Trooper cewek ini enggak cuma lebih jago daripada lo, tapi juga punya paras yang aduhai. Dari pantauan gue saat datang ke PBIC, arena Mahaka Square benar-benar ramai oleh cowok gamers yang datang buat nonton tim favorit mereka bertempur. Enggak cuma itu, sih. Mereka terlihat juga antusias ngelihat cewek gamers dari luar negeri bermain game yang disukainya.

4. Ada Turnamen Khusus buat Anak Sekolah

Selain turnamen-turnamen yang udah gue sebutin tadi, ada juga final turnamen Point Blank antarpelajar, yaitu Point Blank School Competition (PBSC) 2017 yang telah diikuti lebih dari 1.150 sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas seluruh Indonesia di babak penyisihan. Empat sekolah terbaik dari empat regional, yaitu SMA Santo Paulus Pontianak, SMAN 1 Sutojayan Blitar, SMKN 2 Pekanbaru, dan SMA Santo Yakobus Jakarta, akan bertarung demi merebut gelar juara PBSC pertama dan total hadiah beasiswa senilai Rp100 juta.

5. Total Hadiah yang Fantastis

Garena Indonesia dan PB ngebuktiin nama besarnya lewat turnamen yang total hadiahnya mencapai 100 ribu dolar atau sekitar Rp1,5 miliar. RRQ-EVR sebagai pemenang pertama berhak mendapat hadiah total sebesar 50 ribu dolar atau sekitar Rp750 juta. Sedangkan, dari PBIWC, tim DMZ-Vittoria-RockyRose berhak mendapat 5.000 dolar atau sekitar Rp75 juta dari total hadiah sebesar 10 ribu dolar atau sekitar Rp150 juta.

6. Pertarungan Kelas Dunia

Enggak cuma total hadiahnya yang besar, Garena dan PB patut dianggap sebagai turnamen FPS terbaik se-Indonesia lewat gelaran yang sangat meriah. Menurut pantauan gue, PBIC 2017 diramaikan oleh ribuan pengunjung yang datang untuk menyaksikan tim PB favorit mereka atau saling silaturahmi antara Trooper. Arena BRItama Arena yang biasa digunakan buat pertandingan basket pun terlihat sangat ramai.

Di antara semua itu, panggung PBIC-lah yang bikin turnamen ini terlihat benar-benar besar. PBIC menggunakan arena yang besar dan terletak di tengah-tengah penonton. Bahkan panggungnya terlihat enggak kalah keren jika dibandingin turnamen-turnamen eSports internasional lainnya. Makanya, tata panggung yang akbar ini bikin pertarungan antara Trooper terlihat benar-benar seru layaknya pertandingan olahraga.

Di tengah euforia eSports yang lagi meningkat kayak sekarang, rasanya wajar kalau publisher dan developer berlomba-lomba bikin turnamen besar. Dari segi bisnis, gelaran kayak begini tentu menguntungkan buat semua pihak, baik sponsor, publisher, maupun developer, beserta gamers yang menekuni eSports. Selain itu, adanya turnamen eSports seperti PBIC juga bisa mendorong semangat gamers di seluruh dunia agar lebih serius terjun ke dunia eSports. Mereka juga bisa ngebuktiin bahwa bermain game juga punya sisi positif, asalkan dilakukan dengan serius.